5 Sastrawan Yang Mati Muda

"Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, yang tersial adalah yang berumur tua" Soe Hok Gie.

Kematian memang tak pernah diketahui kapan akan datangnya, yang jelas setiap yang bernyawa akan mengalaminya. Maka tak heran banyak mereka yang sedang dalam puncak kesuksesan karirnya tiba-tiba diambil nyawanya. Yap kematian itu sangat dekat saking dekatnya kita tidak dapat menduga kapan ia datang.

Yang membuat seseorang tetap dikenang walaupun sudah tiada adalah karyanya, berikut ini adalah beberapa sastrawan yang mati diusia muda namun karyanya sampai saat ini  masih dikenang dan dapat kita jumpai.

1. Soe Hok Gie

merdeka.com
Soe Hok Gie adalah seorang aktivis sekaligus penulis yang dikenal sangat produktif, ia adalah pencetus MAPALA Universitas Indonesia, semasa hidupnya ia sangat aktif menyuarakan gagasan-gagasan menentang kekuasaan orde lama. Selain menulis puisi ia juga sangat aktif menulis artikel yang diterbitkan di beberapa media cetak, salah satu karyanya yang terkenal adalah "Catatan Seorang Demonstran". Akhir dari perjalanan hidupnya adalah ketika ia dan teman-temannya pergi melakukan pendakian gunung semeru, saat itu Gie berencana merayakan ulang tahunnya bersama teman-temannya yang ke 27, namun hal yang tak terduga terjadi, ia tewas bersama temannya Idhan Lubis sehari sebelum hari ulang tahunnya karena menghirup gas beracun. Ia tewas pada 16 Desember 1969 di gunung semeru.

Baca juga : Menelusuri Jejak Soe Hok Gie Dan Karya - Karyanya "Puisi - Puisi Karya Soe Hok Gie"

 

2. Chairil Anwar

wikipedia
Siapa yang tidak kenal Chairil Anwar yang nama dan karyanya amat tersohor dinusantara, sastrawan yang dijuluki "Si Binatang Jalang" ini yang terkenal dengan karyanya yg berjudul "Aku" telah banyak menghasilkan karya-karya cemerlang. Chairil semasa hidupnya diperkirakan telah menulis 96 karya termasuk didalamnya 70 puisi. Ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor angkatan 45 sekaligus puisi modern indonesia. Sebelum usia 27 tahun sejumlah penyakit menimpanya sampai akhirnya iapun meninggal pada 28 april 1949 menurut dugaan terkena penyait TBC. Meskipun kini ia telah tiada namun karya-karyanya sangatlah populer baik dikalangan sastrawan maupun khalayak umum.
 Baca juga : Chairil Anwar  Si Binatang Jalang "Puisi - Puisi Karya Chairil Anwar"

 3. George Trakl

wikipedia
Mungkin namanya masih asing ditelinga kita, George Trakl adalah seorang sastrawan eropa berkebangsaan German yang amat tersohor di abad ke 20, puisinya terkenal karena keunikan tema yang diangkatnya. Sosoknya bukan hanya dikagumi oleh penyair-penyair pada zamannya melainkan ia juga sangat dikagumi oleh filsuf-filsuf terkemuka. Akhir hidup Trakl dapat terbilang sangat tragis ia meninggal pada usia 27 tahun karena diduga kelebihan dosis kokain, dapat diduga ia meninggal karena bunuh diri. Kisah hidup Trakl dapat dibilang penuh tragedi, ia adalah seorang pecandu narkoba dan tidak mampu melepas candunya itu, selain itu tragedi lain dalam hidupnya adalah ia menjalin hubungan sedarah dengan adik kandungnnya sendiri, hal inilah yang diduga sebagai faktor utama penyebab dirinya mengalami trauma dan kegilaan sampai-sampai ia mengakhiri hidupnya.

4. John Keats

wikipedia
Keats adalah sastrawan berkebangsaan inggris, yang mirisnya jarang sekali yang mengapresiasi karyanya semasa ia hidup. Ia pernah berkata "Aku tidak mewariskan karya yang abadi, tidak ada yang membuat teman-temanku bangga, tapi aku mencintai prinsip keindahan pada segala sesuatu, dan jika aku punya waktu, aku akan membuat diriku dikenang" benar saja, kata-kata keats terjadi setelah kematiannya di usia 25 tahun karena penyakit Tuberkulosis yang dideritanya,  sampai saat ia adalah seorang penyair inggris yang sangat dihargai dan menjadi penyair Inggris yang dikenang sepanjang masa.

5. Stephen Crane

Wikipedia
Sastrawan yang satu ini berkewarganegaraan Amerika, ia terkenal dengan karyanya yang berupa novel juga cerpen, beberapa karyanya yang paling dikenal adalah novel maggie : A Girl Of The Streets (1893), The Red Badge Of Courage (1893)  juga cerpen The Open Boat, The Bridge Come To Yellow Sky dan The Blue Hotel. Crane menghabiskan akhir hidupnya di Inggris berjuang dalam krisis ekonomi dan melawan penyakit yang dideritanya, sampai akhirnya iapun meninggal pada usia 28 tahun karena penyakit Tuberkulosis yang dideritanya.


Itulah beberapa sastrawan yang mati diusia muda, walaupun demikian karya-karyanya sampai saat ini masih dapat kita jumpai dan terus dikenang sepanjang masa.

Terima kasih sudah membaca

Semoga bermanfaat

Baca juga : Biografi Para Sastrawan Terkemuka Di Indonesia



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Sastrawan Yang Mati Muda"

Popular Posts