Sastra Sebagai Media Perlawanan



Jika tak ada mesin ketik
Aku akan menulis dengan tangan
Jika tak ada tinta hitam
Aku akan menulis dengan arang
Jika tak ada kertas
Aku akan menulis pada dinding
Jika aku menulis dilarang
Aku akan menulis dengan
Tetes darah !


By wiji Thukul

Puisi Wiji Thukul diatas adalah pengantar pembahasan tentang peranan begitu pentingnya kesusastraan terhadap suatu perlawanan. Sastra adalah buah dari pemikiran serta ekspresi, apabila pemikiran dan rasa ingin diluapkan maka sangatlah sulit untuk membendungnya, yang terpikir adalah luapkan, ungkapkan, sampaikan.

Dalam perkembangan zaman sastra memiliki pengaruh yang sangat besar, hal tersebut dapat kita lihat dari catatan sejarah Indonesia yang begitu panjang, didalam perkembangan tersebut banyak melibatkan peranan para sastrawan yang dengan berani menyuarakan ide-ide dan pemikirannya lewat karya sastra.

WS Rendra contohnya seorang sastrawan yang begitu terkenal menyampaikan kritik sosial lewat puisi-puisinya, sampai ia pun rela berurusan dengan pihak hukum  karena hal tersebut, contoh yang lain kita bisa melihat Wiji Thukul sesorang sastrawan sekaligus aktivis yang sangat gamblang dan berani menyuarakan perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan melalui puisi -puisi dan orasinya, sampai iapun jadi buronan karena aksinya menghantui penguasa, sampai akhirnya iapun dibunuh dan tidak diketahui jasadnya sampai saat ini.

Dari dua sastrawan diatas kita dapat melihat sejarah kelam para sastrawan, yang rela memperjuangkan hal-hal besar walaupun taruhannya adalah keselamatan dan nyawa, begitu besarnya energi yang dihasilkan dari sebuah karya, betapa sastra mampu menggerakan hati nurani seseorang untuk melawan, membangkitkan semangat untuk terus berjuang dan terus berjuang.

Karya sastra adalah media yang sangat ampuh dan sangat kuat untuk meneriakan perlawanan, sastra adalah bagian dari terjadinya perubahan dan perkembangan, untuk itu peranan sastra tidak bisa dihapus begitu saja, karena berkat peranannya lah kita bisa hidup lebih baik dari masa sebelumnya, sastra harus tertap hidup sampai kapanpun.

.


Baca juga : Wiji Thukul Pahlawan yang dilenyapkan Oleh Penguasa " Puisi - Puisi Karya Wiji Thukul"

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sastra Sebagai Media Perlawanan"

Popular Posts